Senin, 21 April 2008

Symphony X - Set The World On Fire (The Lie Of Lies) video


Video ini sungguh merefleksikan tema yang mereka usung di album Paradise Lost. Bagi mereka yang penasaran dengan visualisasi hidup dari artwork yang terdapat pada cover album ini sepertinya sudah tidak penasaran lagi..

Mungkin ini adalah salah satu upaya spv dan Symphony X sendiri tentunya dalam mempromosikan album terakhir mereka, yang menurut penulis merupakan salah satu album konsep terbaik dari Symphony X atau bahkan dari genre progressif metal...

Adagio - Sanctus Ignis (2001)

Tracklist:
  1. Second Sight
  2. The Inner Road
  3. In Nomine…
  4. The Stringless Violin
  5. Seven Lands Of Sin
  6. Order Of Enlil
  7. Sanctus Ignis
  8. Panem Et Circenses
  9. Immigrant Song
  10. Niflheim (Bonus-Track)
Line up :
Stephan Forté - guitars
Dirk Bruinenberg - drums
Richard Andersson - keyboards
David Readman - vocals
Franck Hermanny - bass


Sanctus Ignis adalah album studio pertama dari Adagio, band progressive metal asal Perancis yang dimotori oleh Stephan Forte, seorang virtuoso yang selain lihai bermain gitar juga pandai memainkan keyboard. Ia adalah seorang komposer yang musikalitasnya banyak dipengaruhi oleh nama besar macam Yngwie J Malmsteen dan Marty Friedman.

Kembali ke Sanctus Ignis, nuansa neoclassic khas Yngwie Malmsteen agak kental terasa di album ini disamping sentuhan khas Marty Friedman pada permainan gitar Stephan Forte. Dan memang album ini sesungguhnya adalah sebuah proyek Stephan Forte sang komposer musik dan penulis lagu. Untuk proyek ini Forte membawa beberapa nama yang cukup familiar seperti David Readman (Pink Cream 69) untuk mengisi vokal, Richard Andersson (Majestic) untuk posisi keyboard, Dirk Bruinenberg (Elegy) pada drum dan Franck Hermanny pada bass.

Beberapa track di album ini cukup menjadi 'ancaman serius' bagi band-band prog metal lain macam Symphony X, Angra atau mungkin Dream Theater. Coba dengar "In Nomine.." yang sangat klasik pada intronya dan sangat menderu-deru setelahnya.., atau "Stringless Violin" yang menghadirkan 'perkawinan' apik antara Forte dengan Andersson.., atau bila ingin menyelam lebih dalam lagi coba saja epic 11 menit lebih "Seven Lands of Sin" yang akan membawa kita ke nuansa haru-biru yang dihadirkan Forte, Andersson dan Readman tentunya.

Title track "Sanctus Ignis" sendiri cukup untuk membuat kita terhanyut oleh kehebatan Stephan Forte, kedigjayaan vokal David Readman yang mampu mencapai 'high notes'nya. Dan secara keseluruhan title track ini memang sempurna untuk sebuah komposisi klasik yang dikemas menjadi sebuah lagu yang kental dengan balutan metal progressif. Yang menarik, di album ini Adagio juga meng-cover Immigrant Song milik Led Zeppelin menjadi sebuah komposisi instrumental yang tidak kalah hebatnya dari seluruh komposisi yang ada di album ini.

Dan bila ditarik kesimpulan, Sanctus Ignis adalah sebuah album yang masuk kategori 'must have' buat penikmat prog metal yang sudah familiar dengan musik seperti Symphony X. Atau bagi penikmat neoclassic juga agaknya album ini layak direkomendasikan.

Sanctus Ignis diproduseri oleh Dennis Ward (bassist Pink Cream 69) yang juga banyak memproduseri band metal eropa dan cukup menjadi jaminan bagi penikmat metal. Sanctus Ignis dirilis di bawah label spv/Limb Music Production yang sudah punya reputasi dalam memproduksi album-album metal.

Helloween - Hellish Rock Tour Jakarta 2008

Hellish Rock Tour adalah nama yang diambil oleh Helloween untuk tur dunia mereka dalam mempromosikan album terakhir mereka yang rilis th 2007 lalu, Gambling With The Devil. Untuk Indonesia mereka tampil di Jakarta pada 22 Februari 2008 dengan dipromotori Solucite.

Kalau boleh beropini sedikit tentang konser tersebut, barangkali inilah salah satu konser metal terbaik yang pernah ada di Indonesia karena mereka tampil all-out dengan seluruh kekuatan mereka dan didukung oleh perangkat sound yang sempurna. Selain itu, setlist lagu yang dibawakan pun cukup mengundang apresiasi audience terutama mereka yang memang benar-benar sangat mengenal salah satu dedengkot power metal ini.

Sepertinya Hellish Rock Tour ini memang digelar dengan penuh 'semangat' menyusul Helloween Live 3 Continents 2005/2006 yang menuai sukses di berbagai kota di Asia, Eropa dan Amerika. Meski mereka bisa dibilang 'sudah tidak muda lagi' namun sepertinya semangat kebangkitan kembali 'metal jaman dulu' di sepanjang 2007 turut dimeriahkan oleh band yang sering disebut sebagai gods of power metal ini.

Sepertinya di Indonesia ini musti diperbanyak promotor metal macam solucite yang berani menggelar konser metal 'jadul' seperti ini di negeri ini karena metalhead-metalhead Indonesia seakan lapar dengan suguhan live dari band metal idola mereka. Bayangkan, setiap metalhead pasti tahu gimana rasanya nonton langsung penampilan band metal yang biasanya cuma bisa mereka lihat lewat video.., nonton videonya saja sudah sangat bahagia, bagaimana lagi kalau nonton langsung di depan mata sendiri..!