Selasa, 21 Oktober 2008

Symphony X manggung di Jakarta..!


Ini kabar yang sangat menggembirakan bagi penikmat musik progressive metal, terutama bagi fans Symphony X sendiri tentunya. Ya, band progressive metal asal Amerika ini akan manggung di Jakarta 21 Feb 2009 mendatang.. dan jadwal ini sudah dimasukkan dalam tour dates mereka untuk wilayah Asia tahun 2009, hanya saja venue-nya akan dikonfirmasi kemudian.

Bagaimanapun kabar ini sudah sangat menyenangkan, mengingat band ini adalah salah satu band yang disebut-sebut sejajar dengan Dream Theater meski walau bergenre sama kedua band ini memiliki cara yang berbeda dalam menyajikan musik mereka masing-masing.

Kita tentu paham betul kalau Russel Allen sang vokalis memiliki kualitas vokal yang 'mengerikan' dimana dia memiliki vokal 'harsh' yang tebal dan juga mampu mengeluarkan vokal 'high pitch' nya dengan teknik yang matang. Belum lagi keganasan Michael Romeo memainkan riff-riff khas prog metal plus lick-lick dahsyatnya. Kedua orang ini memang dedengkot Symphony X yang membuat band ini benar-benar diperhitungkan dalam kancah prog metal dunia.

Masih ingat mengharukannya The Divine Wings of Tragedy? Atau liarnya Odyssey? Atau mungkin syahdunya V;The New Mythology Suite...? Atau barangkali justru Paradise Lost yang membuat kita penasaran bagaimana band ini bila beraksi di atas panggung...

Symphony X memang band yang sangat pantas direkomendasikan untuk dinikmati karya-karyanya dan diapresiasi musikalitasnya.., setidaknya bila telinga kita terbiasa dengan progressive dan power metal, maka band ini telah berhasil memadukannya menjadi musik metal yang 'berkelas'.... tidak percaya? kita ketemu saja di venue nanti 21 Feb 2009...

Selasa, 13 Mei 2008

Judas Priest - Album Baru 2008 ; Nostradamus


Judas Priest adalah band metal asal Inggris yang sudah malang melintang di dunia per-metal-an sejak era 70-an, jadi usia band ini sudah lebih dari 30 tahun..! Bayangkan, berarti sekarang ini usia para personilnya tentu rata-rata sudah setengah abad.., tapi mereka tetap metal hingga saat ini. Barangkali inilah yang disebut sebuah komitmen, atau konsistensi, atau apalah namanya..., yang jelas Judas Priest sudah berhasil mengukuhkan julukannya sebagai 'Metal Gods' di jagat metal dunia.

Kini, mereka berencana merilis album studio terbaru di 2008 ini. Satu single mereka, Nostradamus telah dirilis dan bisa didownload secara gratis di internet. Cukup membahagiakan, karena bagi sebagian orang yang belum terlalu mengenal band ini ( terutama mereka yang muda-muda dan dibesarkan di era musik metal 2000-an ) bisa sedikit tahu seperti apa sebetulnya musik Judas Priest ini.


Bagi penulis pribadi, kembalinya Rob Halford menggantikan Tim 'Ripper' Owens ( sekarang di Iced Earth) sebagai lead vocal di sekitar thn 2005 yang ditandai dengan lahirnya album Angel of Retribution seperti sebuah anugrah besar bagi dunia metal, karena Tim Owens di Judas Priest sepertinya jadi satu-satunya member paling muda dan agak 'kurang nyaman' dilihat. Tentunya ini pendapat yang sangat pribadi karena secara kwalitas, vokal Tim Owens sangat 'Rob Halford' ( Coba cek DVD 'Demolition Live In London' sekitar th 2003 ).

Kembali ke Angel of Retribution, tur dunia pun digelar untuk mempromosikan album Angel ini dan sempat diabadikan dalam format DVD saat mereka konser di Budokan Jepang th 2005 dengan titel 'Rising In The East'. Di konser ini terlihat betapa 'metal'nya mereka di usia yang terbilang sudah 'kakek-kakek'. Terlebih lagi saat mereka membawakan lagu tittle track dari album ter'metal' mereka sepanjang masa, Painkiller. Meski terlihat kepayahan namun Rob Halford benar-benar menunjukkan bahwa Judas Priest memang 'Metal Gods' yang sudah terbukti sepanjang tahun sejak 70-an hingga kini..!

Senin, 21 April 2008

Symphony X - Set The World On Fire (The Lie Of Lies) video


Video ini sungguh merefleksikan tema yang mereka usung di album Paradise Lost. Bagi mereka yang penasaran dengan visualisasi hidup dari artwork yang terdapat pada cover album ini sepertinya sudah tidak penasaran lagi..

Mungkin ini adalah salah satu upaya spv dan Symphony X sendiri tentunya dalam mempromosikan album terakhir mereka, yang menurut penulis merupakan salah satu album konsep terbaik dari Symphony X atau bahkan dari genre progressif metal...

Adagio - Sanctus Ignis (2001)

Tracklist:
  1. Second Sight
  2. The Inner Road
  3. In Nomine…
  4. The Stringless Violin
  5. Seven Lands Of Sin
  6. Order Of Enlil
  7. Sanctus Ignis
  8. Panem Et Circenses
  9. Immigrant Song
  10. Niflheim (Bonus-Track)
Line up :
Stephan Forté - guitars
Dirk Bruinenberg - drums
Richard Andersson - keyboards
David Readman - vocals
Franck Hermanny - bass


Sanctus Ignis adalah album studio pertama dari Adagio, band progressive metal asal Perancis yang dimotori oleh Stephan Forte, seorang virtuoso yang selain lihai bermain gitar juga pandai memainkan keyboard. Ia adalah seorang komposer yang musikalitasnya banyak dipengaruhi oleh nama besar macam Yngwie J Malmsteen dan Marty Friedman.

Kembali ke Sanctus Ignis, nuansa neoclassic khas Yngwie Malmsteen agak kental terasa di album ini disamping sentuhan khas Marty Friedman pada permainan gitar Stephan Forte. Dan memang album ini sesungguhnya adalah sebuah proyek Stephan Forte sang komposer musik dan penulis lagu. Untuk proyek ini Forte membawa beberapa nama yang cukup familiar seperti David Readman (Pink Cream 69) untuk mengisi vokal, Richard Andersson (Majestic) untuk posisi keyboard, Dirk Bruinenberg (Elegy) pada drum dan Franck Hermanny pada bass.

Beberapa track di album ini cukup menjadi 'ancaman serius' bagi band-band prog metal lain macam Symphony X, Angra atau mungkin Dream Theater. Coba dengar "In Nomine.." yang sangat klasik pada intronya dan sangat menderu-deru setelahnya.., atau "Stringless Violin" yang menghadirkan 'perkawinan' apik antara Forte dengan Andersson.., atau bila ingin menyelam lebih dalam lagi coba saja epic 11 menit lebih "Seven Lands of Sin" yang akan membawa kita ke nuansa haru-biru yang dihadirkan Forte, Andersson dan Readman tentunya.

Title track "Sanctus Ignis" sendiri cukup untuk membuat kita terhanyut oleh kehebatan Stephan Forte, kedigjayaan vokal David Readman yang mampu mencapai 'high notes'nya. Dan secara keseluruhan title track ini memang sempurna untuk sebuah komposisi klasik yang dikemas menjadi sebuah lagu yang kental dengan balutan metal progressif. Yang menarik, di album ini Adagio juga meng-cover Immigrant Song milik Led Zeppelin menjadi sebuah komposisi instrumental yang tidak kalah hebatnya dari seluruh komposisi yang ada di album ini.

Dan bila ditarik kesimpulan, Sanctus Ignis adalah sebuah album yang masuk kategori 'must have' buat penikmat prog metal yang sudah familiar dengan musik seperti Symphony X. Atau bagi penikmat neoclassic juga agaknya album ini layak direkomendasikan.

Sanctus Ignis diproduseri oleh Dennis Ward (bassist Pink Cream 69) yang juga banyak memproduseri band metal eropa dan cukup menjadi jaminan bagi penikmat metal. Sanctus Ignis dirilis di bawah label spv/Limb Music Production yang sudah punya reputasi dalam memproduksi album-album metal.

Helloween - Hellish Rock Tour Jakarta 2008

Hellish Rock Tour adalah nama yang diambil oleh Helloween untuk tur dunia mereka dalam mempromosikan album terakhir mereka yang rilis th 2007 lalu, Gambling With The Devil. Untuk Indonesia mereka tampil di Jakarta pada 22 Februari 2008 dengan dipromotori Solucite.

Kalau boleh beropini sedikit tentang konser tersebut, barangkali inilah salah satu konser metal terbaik yang pernah ada di Indonesia karena mereka tampil all-out dengan seluruh kekuatan mereka dan didukung oleh perangkat sound yang sempurna. Selain itu, setlist lagu yang dibawakan pun cukup mengundang apresiasi audience terutama mereka yang memang benar-benar sangat mengenal salah satu dedengkot power metal ini.

Sepertinya Hellish Rock Tour ini memang digelar dengan penuh 'semangat' menyusul Helloween Live 3 Continents 2005/2006 yang menuai sukses di berbagai kota di Asia, Eropa dan Amerika. Meski mereka bisa dibilang 'sudah tidak muda lagi' namun sepertinya semangat kebangkitan kembali 'metal jaman dulu' di sepanjang 2007 turut dimeriahkan oleh band yang sering disebut sebagai gods of power metal ini.

Sepertinya di Indonesia ini musti diperbanyak promotor metal macam solucite yang berani menggelar konser metal 'jadul' seperti ini di negeri ini karena metalhead-metalhead Indonesia seakan lapar dengan suguhan live dari band metal idola mereka. Bayangkan, setiap metalhead pasti tahu gimana rasanya nonton langsung penampilan band metal yang biasanya cuma bisa mereka lihat lewat video.., nonton videonya saja sudah sangat bahagia, bagaimana lagi kalau nonton langsung di depan mata sendiri..!